One Day Trip in Semarang (Part 2)


Hari semakin siang, adzan dzuhur telah berkumandang, matahari tepat diatas kepala kami, alhamdulilah perut kami telah terisi dan siap melanjutkan perjalanan. Kami mempercepat langkah menuju destinasi berikutnya. Destinasi ketiga kami selanjutnya menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang berada di jalan Gajah Raya, Sambirejo. Sebelumnya telah kami rencanakan, tujuan kami menjelang siang yaitu menunaikan ibadah sholat dzuhur dengan mengunjungi Masjid yang menjadi kebanggan masyarakat Semarang ini. Saat tiba di kawasan masjid, kami disuguhi luas dan megahnya masjid yang mulai dibangun pada tahun 2001 ini. Bangunan masjid ini bergaya arsitektur yang unik yaitu perpaduan antara Jawa, Arab dan Romawi. Atap masjid yang berbentuk limas merupakan karakteristik bangunan khas Jawa Tengah. Sedangkan pilar - pilar yang dihiasi kaligrafi mengadopsi Coloseum di Roma dan payung raksasanya seperti  yang sering kita lihat di Masjidil Haram Nabawi. 


Terdapat enam payung raksasa yang berada di halaman depan masjid. Payung yang ikonik ini akan dibuka pada saat shalat jumat atau jika jamaah yang beribadah cukup banyak jumlahnya misalnya pada saat memperingati hari besar islam. Payung tersebut memiliki tinggi 100 meter, membutuhkan listrik yang besar untuk membuka payung dengan cara menggerakan hidroliknya. Tak hanya itu, membuka payung raksasa ini juga tak boleh sembarangan, harus memantau kondisi cuaca sekitarnya juga. Masjid yang pertama kali diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini terbilang memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Selain megahnya bangunan untuk beribadah dan lahan parkir yang luas, terdapat juga Tower atau menara setinggi 99 meter yang disebut Al Husna Tower. Sayangnya kami belum sempat mengunjungi menara tersebut karena keterbatasan waktu yang kami miliki untuk segera menuju tujuan berikutnya. Menurut informasi yang kami peroleh, di dalam menara tersebut terdapat museum perkembangan islam, restoran dengan view menarik, serta gardu pandang menggunakan teropong dengan view kota Semarang, cocok buat kalian yang memiliki keberanian di ketinggian silahkan mencobanya. Untuk bisa mencapai  puncak menara Al Husna dikenakan biaya 5000 -  10.000 rupiah.


Selain itu, ada pula fasilitas lainnya seperti hotel Graha Agung, gedung serbaguna untuk pernikahan atau acara lainnya dan juga perpustakaan.  Tidak ada salahnya, jika memasukan MAJT ini sebagai tujuan atau destinasi wisata yang harus dikunjungi ketika berada di Semarang. Karena banyak informasi dan pengetahuan tentang agama islam yang bisa kita dapatkan, untuk menambah keimanan kita kepada Sang Pencipta. Walaupun sekarang menjadi salah satu destinasi wisata religi, kita tetap harus mematuhi peraturan berkunjung, karena sesuai fungsinya sebagai tempat beribadah. Maka,  kita harus menjaga perilaku dan lisan kita serta menghormati mereka yang sedang beribadah. Saran mengunjungi MAJT dengan suasana yang berbeda yaitu saat bulan Ramadhan, karena banyak kegiatan keagamaan yang akan diadakan oleh pihak pengelola. 
Masih ada cerita menarik kami selanjutnya di kota Atlas,  nantikan di Part 3 ya gaess.. 👌



Comments

Popular posts from this blog

CATATAN AKHIR TAHUN 2015

HIJAUNYA PURA TAMAN AYUN

MENELUSURI KESERUAN TIGA PANTAI DALAM SEHARI