One Day Trip in Semarang (Part 1)


Semoga kalian sudah membaca postingan kami tentang malam minggu di kota Semarang ya.  Kami masih memiliki kisah perjalanan satu hari kami di Semarang lho.. Ada beberapa destinasi yang sudah kami kunjungi selama di Semarang walaupun secara kilat khusus karena keterbatasan waktu yang kami miliki. Tapi tak apa, karena kami masih bisa menikmati semua hal tanpa mengurangi tujuan dari perjalanan kami kesana. 


Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu Grand Maerakaca yang berlokasi di daerah Komplek Tawang Mas Semarang Barat.  Tiket masuk hanya 10.000 rupiah per orang. Dari hotel tempat kami menginap kurang lebih setengah jam perjalanan menggunakan transportasi online.  Dengan pertimbangan kami bisa menghemat waktu untuk menuju berbagai tempat yang sudah kami rencanakan dalam sehari. Sebenarnya ada fasilitas bagi wisatawan yang ingin berkeliling kota yaitu dengan menggunakan bus tingkat yang kekinian dan gratis yang disediakan oleh pemkot Semarang. Tapi kami lebih memilih menggunakan transportasi online agar sesuai dengan itinerary yang telah kami rencanakan.


Grand Maerakaca jadi destinasi pertama kami terdapat dua tempat yang akan kami kunjungi, yaitu taman mini Jawa Tengah yang berisi rumah adat khas masing - masing daerah seluruh kota dan kabupaten se Jawa Tengah.


Tapi sayang banyak bangunan yang sudah tak terawat karena rusak atau ada bagian yang roboh dan banyaknya sampah. Sepertinya rumah - rumah  adat tersebut kurang mendapatkan perhatian dari pengelola. Seharusnya  taman mini tersebut bisa dikelola secara baik karena sering digunakan untuk kegiatan wisata dan edukasi, sehingga semakin banyak pengunjung yang akan berwisata kesana. Semoga kedepannya Taman Mini Jawa Tengah ini lebih terawat dan menjadi destinasi wisata yang tak kalah menarik dan memberikan edukasi bagi para pengunjung. Selain rumah adat khas kota dan kabupaten Jawa Tengah, juga terdapat miniatur landmark di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur, Mesjid Agung Demak, Menara Kudus dan masih banyak lagi.


Masih di dalam lokasi Grand Maerakaca, terdapat kawasan hutan mangrove yang instagramble.  Untuk menikmati hutan mangrove tersebut disediakan fasilitas perahu dengan cara mendayung sendiri atau menaiki perahu secara beramai - ramai menggunakan perahu motor dengan membayar 15.000 per orang.  Kalau kalian ingin menelusuri hutan mangrove dengan berjalan kaki, telah disediakan jalur tracking menggunakan bambu sepanjang 135 meter.


Pengunjung dapat menelusuri pohon bakau yang rimbun dan berfoto dengan nuansa hijau. Namun sayang, masih saja ada pengunjung yang tak bertanggung jawab membuang sampahnya di jalur tracking. Semoga para pengunjung lainnya menyadari bahwa suatu tempat yang dapat dinikmati kenyamanan dan keindahannya dengan baik adalah tempat yang saat kita kunjungi, kita memiliki peran untuk menjaga kebersihan dari tempat tersebut.


Setelah lelah berjalan di jalur tracking hutan mangrove, kami segera mencari pintu keluar untuk menuju destinasi selanjutnya.


Destinasi kami selanjutnya adalah Kelenteng Sam Poo Kong yang berlokasi di Jalan Simongan Bongsari Semarang Barat. Kelenteng Sam Poo Kong pada jaman dahulu kala merupakan tempat persinggahan pertama Laksamana Cheng Ho yang berlabuh di utara Jawa. Kelenteng Sam Poo Kong juga merupakan salah satu dari sekian banyak tempat wisata budaya dan sejarah yang terkenal yang ada di Semarang. Tiket masuk reguler Sam Poo Kong 8.000 rupiah per orang sedangkan untuk tiket terusannya 28.000 rupiah per orang bersama guide diperbolehkan memasuki tempat beribadah berupa goa di dalam kelenteng.


Terdapat empat bangunan atau kelenteng di dalam area Sam Poo Kong yaitu kelenteng Dewa Bumi,  Kelenteng Juru Mudi, Sam Poo Tay Djien dan Kelenteng Kyai Jangkar. Tempat - tempat tersebut dinamai sesuai dengan peruntukannya masing - masing dan berfungsi sebagai tempah beribadah. Misalnya kelenteng Dewa Bumi diperuntukan untuk memohon berkah dan keselamatan hidup. Di dalam halaman yang luas ini juga terdapat patung besar Laksamana Cheng Ho.


Hampir seluruh bangunan berwarna merah khas bangunan Tiongkok. Sejumlah lampion juga ikut menghiasi kelenteng dengan warna merahnya. Setiap hari minggu diadakan kegiatan untuk menghibur para pengunjung dengan atraksi barongsai atau kesenian lainnya untuk memperingati hari bersejarah budaya Tiongkok. Yang perlu diperhatikan saat mengunjungi kelenteng Sam Poo Kong ini adalah para pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area dalam kelenteng tempat sembahyang karena dapat mengganggu umat beribadah. Pengunjung dapat berfoto dan melihat dari luar area kelenteng saja. Bangunan bersejarah ini menyimpan unsur Islam dalam budaya Tiongkok, karena pada awalnya Laksamana Cheng Ho yang beragama islam membangun masjid yang berubah menjadi kelenteng untuk menyebarkan perdamaian.


Kelenteng Sam Poo Kong masih menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Semarang, karena merupakan tempat bersejarah budaya Tiongkok, selain itu juga menjadi simbol keberagaman bangsa Indonesia yang menganut Bhineka Tunggal Ika serta tempat yang menarik untuk mengisi feed Instagram kita. 😋

Nantikan kelanjutan kisah one day trip kami lainnya di Part 2 ya.. 👌

Comments

Popular posts from this blog

CATATAN AKHIR TAHUN 2015

HIJAUNYA PURA TAMAN AYUN

MENELUSURI KESERUAN TIGA PANTAI DALAM SEHARI